Satu langkah kuawali. .
Langkah tanpa tujuan, .
Dalam jalan yang kau haturkan. .
Tanpa akhir yang ikut kau siratkan. .
Kau biarkan ku masuki jalan mu, . .
Sangat gelap, terasa masih terlihat hampa. .
Ku telusuri, hingga ku melihat cahaya di ujung jalan. .
Hingga sampai di ambang pintu. .
Tak ku temukan gagang tempat
hati kan berlabuh. .
Tak ku temukan kunci tuk biarkan ku masuk ke dalam nya. .
Apakah kan berakhir di sini??
Tersungkur ku di depan pintu hati
mu, .
Hati berpita jingga,
di hiasi cucur darah di tiap ujung pintunya. .
Ku tak mengerti. .
Apa ini semua hanya angan ku??
Apa kau ingin ku tetap di sini,
menunggu kau membukanya??
Atau kah masih ragu??
Atau kau tak menyadari kedatangan ku??
Atau kau tak ingin bukakan pintu
bagi ku??
Kau ingin ku mengetuk nya??
Kau ingin ku memanggil mu dari
luar??
. . . . . .
Ku bangkit..
Dari rebah penantian ku akan pintu hati mu. .
Berjalan lesu.
Dengan lentera yang semakin redup. .
Simpul ku perih. .
Tapi. .
Ku sadar,
mungkin, kau telah menerima hati
yang lain di dalam sana. .
Berbincang akrab, .
Layak seperti bulan dan bintang. .
Ku tak harus mengetuk nya lagi. .
Ku tak bisa mengganggu mu
dalam peluk nya. .
Ku tak bisa ubah senyum mu
menjadi tangisan duka. .
Ku balikkan langkah ku, .
Menengadah ke langit. .
Tak ku lihat bulan yang seharusnya tersenyum menghibur. .
Hanya ada satu bintang. .
Yang biarkan ku berpikir kembali. .
Apa yang telah ku lakukan disini??
Apakah ku di undang tuk masuk dalam hatimu??
Apa ku diundang rayakan kebersamaan dalam hatimu??
Tak seharusnya,
hati ini merasa tersayat oleh
senyum mu yang manis itu. .
Tak seharusnya,
hati ini tercucur darah merah yang memaksanya menjerit.
Sepucuk surat dari bintang . .
Jatuh di depan ku. .
Terlihat tua. .
Lusuh, kusam dan rapuh. .
Ku baca saksama. .
Tengadah ku ke langit. .
Bintang menangis. .
Dia kesepian tak ada yang ikut bersinar temani nya. .
Senyum ku padanya,
tiada arti. .
Sebuah ramuan senyum . .
Yang dicampur dengan air mata,
dan sayat sayat kecil dari hati yang terluka. .
. . . . . .
Akhir dari senyum itu. .
Dalam lintasan duka bersama bintang yang bersahaja. .
Ku tuliskan sesajak singkat. .
Yang mungkin tiada arti bagi mu. .
"maaf, ku tak sengaja mencintai mu". .
Mungkin, . .
Kan ku hapus noda yang menempel dalam selung hati mu. .
Untuk hati mu, . .
Di lintasan duka
-Joy Boy Naibaho-
Tuesday, November 2, 2010
Di Lintasan Duka
Posted by JOY at 9:17 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment