Sayup terdengar, .
Malam seperti bersenandung pilu..
Memberi pertanda..
Malam ini,
gerimis kan turun...
. . .
Sunyi sekali. . .
Gelap. . .
Senyap. .
Membuat kegetiran. .
Merasakan sayatan kecil di hati . .
Senandung malam. .
Selimuti ku dalam kedamaian,
lindungi ku dalam senyap. .
Tapi setelahnya, . .
Senandung itu. .
Seperti ringis tangis kesepian. .
Yang dipeluk lirik lirik terbungkus nada ...
Angin sepoi menghembus
lembut. .
Ingin menghibur malam yang
sedang berduka. . .
Rumput pun ikut ikutan menari. .
Matanya perih melihat sahabatnya sedang berkelahi dengan
senyam. .
Saat ku bertanya pada malam. .
Mengapa kau menangis??
Dia paksa mata ku. .
Tuk melihat, . .
Tiada bintang yang bersinar. .
Tiada bulan yang seharusnya tersenyum menghibur. .
Hatinya terasa dirobek oleh
kegelapan. .
Ku sadar. .
Bahwa malam, juga takut akan gelap kelam. .
Takut tak bisa menjaga lelap
sahabatnya. .
Dia menangis tersedu. .
Airmatanya tak terbendung oleh
awan. .
Gerimis berpacu dengan gemuruh. . .
Bertengkar hebat dihiasi sambar
sambar kilat. .
Ku tahu. .
Malam sedang murka. .
Dia seakan tak ingin ku bermimpi
dalam lelap...
seakan memintaku untuk temani dia yang kesepian tanpa teman. .
Tapii. .
Dari timur,
"seorang yang buta"
membawa lentera di tangan kiri nya. .
Hantarkan senyum kepada ku di seberang nya. .
Dia Berjalan tanpa tongkat. .
Menapaki jalan jalan berlubang. .
Tak takut akan jatuh.
Dia tak takut akan tersandung
batu di depan nya. .
Melangkah gagah berani. .
Siratkan kegembiraan yang besar. .
Di tangan kanan nya,
digenggam nya kuat. .
selembar potret diri seorang anak.
Takut akan kehilangan potret itu, .
Dia menyimpan nya. .
Tak menunjukkan pada siapa pun. .
Sejenak dia berhenti. .
Di jamah nya kantong dalam kameja lusuh. .
Mencari sepilah bambu. .
Memainkan nada nada sedih. .
Mencerminkan perasaan hati yang
tak terbendung. .
Hatiku dirobek olehnya. .
Ku sadar. .
Dia sama seperti ku. .
Yang lemah tanpa daya. .
Yang mendengar rintihan malam
yang ketakutan. .
Yang ingin menghibur malam dalam duka nya. .
Malam terbang kan senyuman nya. .
Dia sangat bahagia. .
Ternyata. .
Seorang yang buta juga peduli akan kegetiran nya. .
Sayatan nada nada seruling si buta seperti menjamah hati. .
Si Buta, menyimpan suling nya. .
Menengadah ke langit. .
Tersenyum,
dan sampaikan salam. .
Malam ikut bahagia. .
Lalu pergi berseling datangnya fajar. .
-Joy Boy Naibaho-
Tuesday, November 2, 2010
Orang Buta dengan Sebuah Lentera
Posted by JOY at 2:01 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment